REPUBLIKTERKINI.COM | Ambon – Warga Kota Ambon dilaporkan ramai-ramai mendatangi sejumlah SPBU setelah beredarnya informasi hoaks terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Senin (30/3/2026). Informasi yang tidak benar tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat, sehingga banyak warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang di hampir seluruh SPBU di wilayah kota. Kondisi ini menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama, terutama di kawasan padat aktivitas.
Sejumlah warga mengaku khawatir akan kehabisan BBM setelah menerima pesan berantai yang menyebutkan adanya gangguan distribusi. Tanpa melakukan verifikasi, informasi tersebut langsung menyebar luas melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Akibat lonjakan pembelian, arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi tersendat. Kendaraan yang mengantre bahkan meluber hingga ke badan jalan, menghambat pengguna jalan lainnya.
Menyikapi situasi tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Ambon langsung turun ke lapangan untuk mengatur lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Petugas juga melakukan pengamanan di sejumlah titik SPBU guna mencegah terjadinya penumpukan massa yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Polisi mengimbau warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan bahwa stok BBM di wilayah Maluku masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima informasi serta selalu melakukan pengecekan dari sumber resmi guna menghindari dampak negatif dari penyebaran hoaks.
![]()







