REPUBLIKTERKINI.COM | Papua’- Lucky Avianto menegaskan perang terhadap narkoba di Papua bukan sekadar operasi keamanan, tetapi perjuangan kemanusiaan demi menyelamatkan generasi muda di Bumi Cendrawasih.
Dalam pernyataannya, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan kelompok KKB/TPNPB-OPM dalam budidaya ganja di wilayah pedalaman Papua.
“Miris dan ironis! Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba di tanah kelahirannya, KKB/TPNPB-OPM justru menanam racun narkoba di tanah yang sama,” tegas Letjen TNI Lucky Avianto.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam poin ke-7 Asta Cita menegaskan komitmen perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa dan kedaulatan negara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, prajurit TNI di bawah kendali Satgas TNI bergerak cepat melakukan operasi pemberantasan narkoba di Papua dengan tetap mengedepankan hukum, HAM, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah tegas ini semakin diperkuat setelah juru bicara KKB/TPNPB-OPM, Sebby Sambom, disebut secara terbuka melegalkan anggotanya untuk membudidayakan ganja di tanah Papua.
Didampingi Asintel Brigjen TNI BM Tanjung, Asops Brigjen TNI Patar Sitorus, dan Askomlek Laksma TNI Syahrial, personel TNI bersenjata lengkap menyusuri hutan-hutan pedalaman Papua.
Operasi bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar permukiman mereka.
Laporan warga itu menjadi titik awal terbongkarnya dua ladang ganja siap panen.
Di lokasi pertama, Satgas TNI menemukan, 55 batang pohon ganja setinggi sekitar 1,5 meter, dan 80 batang pohon ganja tambahan di area hutan sekitar Desa Ngutok.
Lebih lanjut dikatakan Namun operasi belum berhenti, pasukan terus bergerak menembus rimba Papua yang sunyi dan terjal demi mencari lokasi lain yang diduga menjadi tempat budidaya ganja.
“Bagi TNI, langkah ini bukan sekadar tugas, tetapi perjalanan kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba,” ujar Lucky Avianto.
Penyisiran kemudian membawa personel TNI ke kawasan hutan sekitar Desa Esipding, Distrik Serambakon.
Di lokasi kedua ini, ditemukan 81 batang pohon ganja setinggi sekitar 2 meter
Secara keseluruhan, aparat mengamankan 216 batang pohon ganja sebagai barang bukti.
Dua orang tersangka berinisial L-U dan C-U turut diamankan dan dibawa ke Polsek terdekat guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Lucky Avianto menilai temuan tersebut kemungkinan hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar di pedalaman Papua.
Ia menduga masih terdapat ladang-ladang ganja lain yang ditanam oleh jaringan tertentu maupun simpatisan kelompok bersenjata.
“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Menurutnya, narkoba dapat menghancurkan masa depan anak-anak Papua, menjauhkan mereka dari pendidikan, keluarga, dan nilai luhur budaya Papua.
Dalam pernyataannya, Pangkogabwilhan III juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu melawan narkoba.
Ia menegaskan bahwa menjaga generasi muda Papua bukan hanya tugas negara atau TNI, tetapi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.
“Papua adalah tanah harapan. Jangan biarkan narkoba meluluhlantakkan impian dan cita-cita anak-anak Papua,” katanya.
Di tengah beratnya medan dan tantangan operasi di pedalaman, TNI menegaskan akan terus berdiri di garis depan dalam menjaga kedaulatan sekaligus melindungi masa depan generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba.
“Dari pedalaman Papua, pesan perang melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri. TNI bersama rakyat akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat.”(*)
![]()







